1. Pengertian pemanfaatan Sarana dan prasarana
Menurut kamus besar bahasa indonesia, pemakainan atau pemanfaatan diartikan sebagai aktivitas atau pembuatan pemakai. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemakaian atau pemanfaatan adalah kegiatan memakai suatu barang atau produk untuk mencapai tujuan tertentu.
Pada era modern serta globalisasi ini, tentu sudah banyak perusahaan yang memiliki sarana dan prasarana kantor yang lengkap, sehingga sangat menunjang proses produksi dalam suatu perusahaan. Akan tetapi, tidak sedikit yang berpendapat bahwa tingkat kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana tidak dapat dipertahankan secara terus temerus. Sementara itu, ketersediaan sarana dan prasarana seringkali tidak secepat yang diharapkan. Oleh karena itu, diupayakan pengelolaan pemakaian dan pemanfaatan sarana dan prasaran secara baik, agar kualitas dan kuantitas sarana prasarana dapat dipertahankan dalam waktu yang relatif lebih lama.
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam hal pemakain serta pemanfaatan sarana dan prasarana kantor agar mendukung proses produktivitas dalam sebuah perusahaan, yaitu sebagai berikut :
a. Kesesuaian antara alat dengan tujuan perusahaan
b. Tersedianya sarana dan prasarana penunjang
c. Tujuan yang akan dicapai
d. Jenis produk perusahaan
2. Prinsip Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Kantor
Terdapat dua prinsip pemanfaatan sarana dan prasarana kantor yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut :
a. Prinsip Efisiensi : prinsip efisiensi berarti dan semua pemakaian sarana dan prasarana kantor harus dilakukan secara hemat dan hati-hati sehingga semua perlengkapan yang ada tidak mudah habis, rusak, atau hilang.
b. Prinsip Efektivitas : prinsip efektivitas berarti semua pemakaian sarana dan prasarana kantor di sebuah perusahaan harus ditujukan semata mata dalam memperlancar pencapaian tujuan perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Pada perkantoran modern, administrasi sarana dan prasarana memegang teguh prinsip efisiensi dan evektifitas dengan maksud untuk menghindari adanya pemborosan. Pemborosan terjadi karena dua faktor, yaitu sebagai berikut.
- Sikap mental boros dapat terjadi karena ketidak pedulian pada berfungsinya alat atau barang yang digunakan pegawai.
- Kurangnya keterampilan pemborosan sarana dan prasarana diakibatkan oleh kurangnya keterampilan dalm menyelesaikan tugas. Adapun dalam melaksanakan tugasnya, para pegawai sering melakukan kesalahan.
Berdasarkan aspek pemanfaatanya, barang yang menjadi sarana dan prasarana kantor dibedakan menjadi dua yaitu :
- Barang habis pakai
- Barang tidak habis pakai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar